KETIKA KAU PERCAYA TUHAN TAPI TIDAK MENCERITAKAN IMANMU
The Christian Atheis
by Craig Groeschel
Bertahun-tahun yang lalu aku menerima telepon dari seorang anggota jemaat yang menerangkan bahwa ayahnya , Frank sudah sekarat. Ia (Frank) sesekali menghadiri gereja kami bersama anaknya, tapi ia tidak percaya Kristus dan bersikap skeptis terhdap semua pendeta. Anak wanitanya yang prihatin bertanya jika aku mau mengunjunginya di rumah sakit untuk menjelaskan Injil sehingga ayahnya bisa memiliki kesempatan terakhir untuk mengenal Kristus sebelum ia meninggal dunia.
Kunjungan-kunjungan ke rumah sakit selalu membuatku tidak nyaman. Beberapa pendeta kelihatannya secara alamiah tahu apa yang harus dikatakan. Mereka merangkul setiap orang dalam ruangan, dan setelah kunjungan mereka, bahkan situasi yang mengerikan kelihatan lebih cerah. Lebih parahnya lagi, entah akibatnya baik maupun buruk, aku hampir selalu mengatakan apa yang sedang kupikirkan. Aku telah belajar dengan cara yang keras untuk tidak mengatakan apa yang sedang kupikirkan.
Sambil berjalan sepanjang lorong yang steril dan panjang, aku sekilas melihat ke dalam setiap kamar dan bertanya-tanya dalam hati tentang para pasien. Beberapa akan sembuh dan kembali ke kehidupan mereka, sementara yang lainnya tidak aka n pernah mennggalkan bangunan ini. Ketika aku melihat Frank, kulitnya kelihatan kuning mematikan, sementara ia berbaring di tempat tidurnya. Bahkan jika TUhan menunjukkan mujizat, Frank, berumur delapan puluh dua, tidak punya banyak tahun-ahun yang tersisa untuk hidup. Ketika ia mendengarku memasuki kamat, Frank bangkit dan kelihatan senang menerima kunjungan, meskipun yang berkunjung adalah seorang pedeta.
Karena tidak mau langsung masuk seperti tipikal pengkotbah berapi-api dan meledak-ledak, aku mencari kesempatan untuk membelokkan pembicaraan ke hal-hal rohani. Kami membicaraakan tim football favoritnya, cucunya yang bermain dalam tim baseball kampus sebagai mahsiswa tingkat dua. Momen sempurna untuk mengalihkan pembicaraan tidak datang-datang. Aku memutuskan untuk tidak memaksakannya. Aku memberitahu diriku bahwa aku sudah membangun hubunganyang lebih baik dengannya dan akan datang di hari berikutnya untuk berbicara dengannya tentang Kristus dan kekekalan.
Pagi berikutnya ketika aku berjalan di lorong suram yang sama, aku merasakan ketidaknyamanan yang sudahku kenal. Ketika aku berbelok untuk memasuki kamarnya, aku tidak bisa melihat Frank karena kamarnya penuh orang. Seketika aku tahu apa yang baru saja terjadi. Beberapa saat sebelum aku tiba, Frank telah meninggal dunia, dan seluruh keluarganya telah berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal. Aku sulit bernafas. Tubuh Frank mungkin masih hangat, tapi tiba-tiba aku merasa dingin dengan kekecewaan terhadap diriku sendiri. Aku merasa malu karena aku telah kehilangan kesempatan untuk memberi dampak pada kehidupan kekal Frank. Aku percaya bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan untuk ke surga, tapi aku gagal untuk berbagi tentang Kristus kepada pria yang sedang berada di pintu kematian.
Kata Evangelism (penginjilan) berasal dari sebuah kata bahasa Yunani evangelizo yang, artinya menyerukan atau membagikan kabar baik". Jadi membagikan Injil berarti membagikan kata-kata yang baik atau kabar baik tentang Yesus. Bagi mereka yang tidak percaya kepada Kristus, penginjilan seringkali membangkitkan sikap skeptis, antipati, ketakutan atau kemarahan. Bagi banyak orang yang mengaku dirina Kristen, kata kata ini seringkali memancing perasaan takut dan bersalah. Sebagaimana yang diilustrasikan oleh pengalamanku dengan Frank, orang-orang Kristen Ateis tahu mereka seharusnya membagikan iman mereka, tapi mereka biasanya tidak melakukan itu karena emosi-emosi tersebut.
Tuesday, September 13, 2016
Thursday, August 18, 2016
Ketika kau percaya kepada TUHAN tapi tidak terlalu mengenal DIA
Galatia 4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
Galatia 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Paulus (penulis kitab Galatia) pada dasarnya mengatakan,"Kau mengenal Tuhan, tapi tidak cukup baik (dalam mengenal-Nya) untuk menghentikan kebiasaan-kebiasaan burukmu dan menghentikan sikap yang melukaimu dan melukai kedekatanmu dengan Tuhan." Di abada kedua puluh satu, kita bisa berlaku bijak dan bertanya kepada diri sendiri, "Apakah kita juga demikian?"
Mungkin kita "kurang lebih" mengenal Tuhan. Mungkin di masa lalu kita pernah berdoa dan meminta Yesus mengubah hidup kita. Mungkin kita memiliki pengertian dasar tentang Tuhan. Mungkin, dulu, kita sungguh-sungguh merasa dekat dengan-Nya. Tapi kita tidak mengenalnya dengan baik sekarang.
Ini saatnya untuk jujur pada dirimu sendiri dan pada Tuhan : Apakah engkau mengenal-Nya? Kalau iya, seberapa dalam?
Kalau kau telah mengakui dengan jujur bahwa engkau tidak mengenalkan Tuhan, aku bisa mengerti. Sudah terlalu lama aku percaya Tuhan tapi tidak mengenal-Nya. Sekarang aku kenal. Dan pengenalan akan Dia memuaskanku. Mengenal-Nya membuat setiap saat menjadi bermakna.
Sudahkah Tuhan mengubahmu? Apakah kau berbeda oleh karena Dia? Kalau tidak, kemungkinan kau adalah Kristen Ateis. Tuhan mengasihimu dan dengan tulus ingin menyatakan diri-Nya kepadamu. Yang menyedihkan ialah dosa kita memisahkan kita dari Allah yang kudus. Dalam belas kasihnya dan anugrahnya, Tuhan mengutus Putra-Nya, Yesus untuk menjadi korban yang sempurna bagi penebusan dosa kita diatas kayu salib. Ia adalah "Domba Allah" yang mati menggantikan kita. Roma 10:13 berkata,"Sebab, barangsiapa berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." "Setiap orang" termasuk kau dan aku.
Kalau kau tidak mengenal-Nya, kau bisa. Kalau dulu kau dekat dengan-Nya, sekarang pun kau bisa dekat kembali dengan-Nya. Mengenal Tuhan tidak sulit, dan bukanlah sesuatu dengan setumpuk aturan. Ya, Tuhan menginginkan ketaatanmu, tapi Dia lebih menginginkan hatimu. Dia mengatakannya berulang-ulang bahwa jika kau mencari-Nya, kau akan menemukan-Nya. Kau bisa menemukan-Nya dengan membaca Alkitabmu; Ia sudah ada di sana sejak dahulu. Dan ketika kau mulai mencari-Nya, kau akan menemukan bahwa Ia sudah lebih dulu berbicara menghampirimu, anak-Nya yang terkasih. Kenalilah Dia dan izinkan hadirat-Nya berdampak dalam setiap aspek hidupmu, setiap hari.
The Christian Atheist, hlm 34, 38
Thursday, November 27, 2014
Laporan PRD STEI Innovation Day
Laporan PRD
STEI Innovation Day
Clinton - 16514281
Wirenda - 16514089
Dendy - 16514161
Christopher - 16514389
Ricky - 16514077
Pada pertemuan PRD yang lalu, kami mengunjungi STEI
Innovation Day di Aula Barat. Kami melihat banyak stand-stand menarik hasil karya
anak bangsa seputar inovasi-inovasi di bidang elektronik dan informatika. Namun
ada satu stand yang menarik perhatian kami yaitu stand ‘Advanced Robotics
Research Laboratory’.
Pada stand tersebut ada robot NAO, NAO adalah robot humanoid berukuran sedang yang otonom dan dapat diprogram, yang dikembangkan oleh Aldebaran Robotics, sebuahperusahaan startup dari Perancis yang berkantor pusat di Paris. Proyek Nao diluncurkan pada tahun 2004. Pada tanggal 15 Agustus 2007, Nao menggantikan robot anjing milik Sony yaitu Aibo sebagai robot yang digunakan dalam kompetisi Liga Platform Standar (LPS)pada Piala dunia sepak bola robot (Robocup), suatu kompetisi robotika internasional.
Nao edisi Robocup mempunyai 21 Derajat kebebasan
(DOF), sementara edisi akademis memiliki 25 DOF, karena dibangun dengan dua
tangan yang memiliki kemampuan mencengkeram. Namun, angka 25 untuk DOF secara
teknis menyesatkan, karena setiap kaki memiliki poros gerakan
"HipYawPitch" yang berjumlah 1 DOF untuk panggul.
Semua versi Nao memiliki fitur satuan pengukuran
inersia an empat sensor ultrasonik yang menjaga stabilitas Nao. Nao juga
memiliki fitur sistem multimedia yang powerful, termasuk empat mikrophone, dua
speaker dan dua kamera CMOS, empat sintesis text-to-speech, lokalisasi suara
dan pengenalan wajah dan bentuk, dan variasi kemampuan lainnya.
Dari sudut pandang engineer kita melihat para
engineer membuat robot NAO dengan melakukan proses engineering. Yaitu :
1.
Need :
Membuat robot humanoid
yang dapat bergerak seperti manusia dan melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana
(duduk, menari, silat)
2.
Know :
Ilmu mekatronik yang
meliputi mesin, material, elektro, dan informatika. Kemampuan gerak manusia.
Struktur tubuh manusia. Kemampuan robot.
3.
How :
Membuat struktur
humanoid yang terimplementasi chip computer untuk dimasukan algoritma gerakan
manusia yang diinginkan.
4.
Solve :
Algoritma dibuat di
laptop dengan bahasa pemrograman tertentu dan di kirim ke robot melalui sinyal
wi-fi untuk skemudia di eksekusi robot untuk melakukan gerakan yang diinginkan.
Menurut kami, robot NAO ini sangat inovatif dan bisa
menjadi kunci untuk robot humanoid di masa depan. Seperti yang kita ketahui
membuat robot humanoid jauh lebih sulit daripada robot dengan roda yang jauh
lebih seimbang. Humanoid sangat sulit untuk seimbang apalagi melakukan
gerakan-gerakan rumit. Kami harap di masa depan nanti, kami para lulusan ITB
bisa membuat karya inovatif juga yang menjadi terobosan dalam engineering.
Foto-foto :
Sunday, September 28, 2014
Wednesday, October 24, 2012
ALL ABOUT "GUNUNG BERAPI"
For my Chemistry's Assignment
Bab 1 Pendahuluan
Bab 1 Pendahuluan
1.1
Terjadinya
Gunung Berapi
Gunung
berapi atau gunung api secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu sistem
saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari
kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi,
termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Gunung
berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling
terkenal adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik
(Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis
bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 6-10 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali.
Gunung api terbentuk pada empat busur, yaitu busur tengah benua, terbentuk akibat pemekaran kerak benua; busur tepi benua, terbentuk akibat penunjaman kerak samudara ke kerak benua; busur tengah samudera, terjadi akibat pemekaran kerak samudera; dan busur dasar samudera yang terjadi akibat terobosan magma basa pada penipisan kerak samudera.
Pada gambar
di atas memperlihatkan batas lempeng utama dengan dengan pembentukan busur
gunungapi. Pergerakan antar lempeng ini menimbulkan empat busur gunungapi
berbeda:
- Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunungapi tengah samudera.
- Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua.
- Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
- Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.
Pada gambar
di atas terlihat penampang diagram yang memperlihatkan bagaimana gunungapi
terbentuk di permukaan melalui kerak benua dan kerak samudera serta mekanisme
peleburan batuan yang menghasilkan busur gunungapi, busur gunungapi tengah
samudera, busur gunungapi tengah benua dan busur gunungapi dasar samudera
Di Indonesia (Jawa dan Sumatera) pembentukan gunungapi terjadi akibat tumbukan kerak Samudera Hindia dengan kerak Benua Asia. Di Sumatera penunjaman lebih kuat dan dalam sehingga bagian akresi muncul ke permukaan membentuk pulau-pulau, seperti Nias
1.2 Fungsi
Gunung Berapi bagi Bumi
Berikut
merupakan penjelasan dampak positif atau menfaat dari gunung berapi :
1.
Gunung api
mengeluarkan abu vulkanis yang dapat menyuburkan tanah
2.
Material
gunung api berupa batu, kerikil, dan pasir dapat dimanfaatkan untuk bahan
bangunan
3.
Magma yang
telah membeku di permukaan bumi menyimpan bermacam material logam atau bahan
tambang, seperti emas dan perak
4.
Kawasan
gunung api bisa di manfaatkan untuk lahan hutan, perkebunan dan pariwisata
5 Letusan
gunung berapi berkala memperbaiki kandungan mineral di tanah, memastikan
kesuburan berkelanjutan.
6.
Vulkanisme
menyediakan energi panas bumi, dan berkaitan dengan pembentukan beberapa tipe
endapan mineral.
7.
Gunung
berapi juga menyediakan beberapa pemandangan paling mengagumkan di planet ini.
Bab II
2.1 Beberapa Mineral yang
Berasal dari Gunung Berapi dan Kegunaannya
Mineral adalah suatu zat ( fasa ) padat yang terdiri dari unsur atau
persenyawaan kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses anorganik,
mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika tertentu dan mempunyai penempatan
atom-atom secara beraturan di dalamnya, atau dikenal sebagai struktur kristal.
Magma merupakan cairan pijar yang
terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni
diperkirakan sekitar 600-1.500 °C dan bersifat mobile. Pada saat mengalami
pendinginan, atom-atom oksigen dan silikon akan saling mengikat pertama kali
untuk membentuk tetrahedra oksigen-silikon. Mineral yang menyusun magma tidak
terbentuk pada waktu yang bersamaan atau pada kondisi yang sama. Mineral
tertentu akan mengkristal pada temperatur yang lebih tinggi dari mineral
lainnya, sehingga kadang-kadang magma mengandung kristal-kristal padat yang
dikelilingi oleh material yang masih cair.
Pada batuan beku asam, dengan konsentrasi silikat (SiO2) lebih besar dari 66%, tersusun oleh mineral-mineral silikat yang memiliki ciri-ciri warna terang, misalnya kuarsa, potash feldsfar, dan muskovit. Daerah gunung api adalah daerah yang merupakan daerah panas bumi. Panas bumi merupakan sistem hydrothermal. Mineral dapat terbentuk oleh panas bumi.
Pada batuan beku asam, dengan konsentrasi silikat (SiO2) lebih besar dari 66%, tersusun oleh mineral-mineral silikat yang memiliki ciri-ciri warna terang, misalnya kuarsa, potash feldsfar, dan muskovit. Daerah gunung api adalah daerah yang merupakan daerah panas bumi. Panas bumi merupakan sistem hydrothermal. Mineral dapat terbentuk oleh panas bumi.
Berikut ini bebrapa mineral yang
dapat ditemukan disekitar gunung api :
1. EMAS
1. EMAS
Emas merupakan logam
yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3
(skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam
lain yang berpadu dengannya. Emas terbentuk dari proses magmatisme atau
pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses
metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian
secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Potensi endapan emas terdapat di
hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau,
Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.2. PERAK
Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan hydrothermal yang mengisi rongga-rongga. Perak merupakan logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih. Kegunaannya adalah untuk perhiasan, cindera mata, logam campuran, dll. Potensinya selalu berasosiasi dengan logam lainnya seperti emas dan tembaga
3. BELERANG
Belerang atau sulfur
adalah mineral yang dihasilkan oleh proses vulkanisme, sifat-sifat fisik
belerang adalah : Kristal belerang berwarna kuning, kuning kegelapan, dan
kehitam-hitaman, karena pengaruh unsur pengotornya. Kegunaan : Belerang banyak
digunakan di industri pupuk, cat,
pengolahan
minyak bumi, industri karet, accu, industri kimia, bahan peledak, industri
logam dan besi baja. Untuk tipe sublimasi, karena proses terjadinya didasarkan
kepada aktivitas gunung berapi, maka selama gunung berapi aktif, belerang tipe
ini dapat diproduksi. Dengan demikian sumber daya belerang sublimasi dapat
dianggap tidak terbatas4. FELDSPAR
Sebagai mineral silikat
pembentuk batuan, felspar mempunyai kerangka struktur tektosilikat yang
menunjukkan 4 atom oksigen dalam struktur tetraheral SiO2 yang dipakai juga
oleh struktur tetraheral lainnya. Felspar dari alam setelah diolah dapat
dimanfaatkan untuk batu gurinda dan felspar olahan untuk keperluan industri
tertentu. Industri keramik halus dan kaca/gelas merupakan dua industri yang
paling banyak mengkonsumsi felspar olahan, terutama yang memiliki kandungan K2O
tinggi dan CaO rendah. 5.TEMBAGA
Umumnya bijih tembaga di Indonesia terbentuk secara magmatik. Salah satu tipe deposit mineral tembaga yaitu deposit masif pada batuan volkanik.Tembaga (Cu) secara fisik berwarna kuning dan apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop bijih akan berwarna pink kecoklatan sampai keabuan. Pembentukan endapan magmatik dapat berupa proses hidrotermal atau metasomatisme. Logam tembaga digunakan secara luas dalam industri peralatan listrik.
6. KUARSA

Kumpulan kristal silika dari sistim urat kuarsa yang berasosiasi dengan mineral-mineral klorit, lempung dan bahan organik yang berukuran sangat halus. Kristal kuarsa umumnya kalsedonik granular berukuran halus-sedang, bersusun mosaik, berwarna keruh (milky).
2.2 Jenis
Batuan yang Berasal dari Gunung Berapi dan Kegunaannya
1. Batuan Beku
Menurut ilmu petrologi semua bahan beku terbentuk dari magma karena membekunya
lelehan silikat yang cair dan pijar. Magma yang cair dan pijar itu berada di
dalam bumi dan oleh kekuatan gas yang larut di dalamnya naik ke atas mencari
tempat-tempat yang lemah dalam kerak bumi seperti daerah patahan/rekahan.
Manfaat: - Batuan yang mempunyai
kerapatan tinggi baik untuk keperluan pekerjaan di laut.
- Batuan yang tidak terpengaruh oleh asam, baik untuk digunakan di daerah industri.
- Batuan yang berat, dan keras sesuai untuk digunakan sebagai fondasi bangunan.
- Batuan yang berwarna indah dapat digunakan untuk pelapis dinding atau lantai.
- Batuan yang mempunyai berat jenis ± 2,6, dapat digunakan sebagai bahan pekerjaan berat.
- Batuan yang tidak terpengaruh oleh asam, baik untuk digunakan di daerah industri.
- Batuan yang berat, dan keras sesuai untuk digunakan sebagai fondasi bangunan.
- Batuan yang berwarna indah dapat digunakan untuk pelapis dinding atau lantai.
- Batuan yang mempunyai berat jenis ± 2,6, dapat digunakan sebagai bahan pekerjaan berat.
2. Batu
Apung adalah hasil gunung api yang kaya akan silika dan
mempunyai struktur porous, yang terjadi karena keluarnya uap dan gas-gas yang
larut di dalamnya pada waktu terbentuk, berbentuk blok padat, fragmen hingga
pasir atau bercampur halus dan kasar.
Bongkah-bongkah
di waktu kering dapat terapung diatas air. Batu Apung umumnya digunakan sebagai
bahan penggosok, bahan bangunan konstruksi ringan dan tahan api.
3. Kwarsa
(SiO2).
Fungsi Pasir Silika atau biasa disebut pasir kuarsa atau pasir kwarsa (SiO2) adalah untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air.Dalam kegiatan industri, penggunaan pasir kuarsa sudah berkembang meluas, baik langsung sebagai bahan baku utama maupun bahan ikutan.
Fungsi Pasir Silika atau biasa disebut pasir kuarsa atau pasir kwarsa (SiO2) adalah untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air.Dalam kegiatan industri, penggunaan pasir kuarsa sudah berkembang meluas, baik langsung sebagai bahan baku utama maupun bahan ikutan.
4. Batuan Gunung Api Formasi Camba.
Batuan ini
terdiri dari breksi, lava dan konglomerat. Breksi dan konglomerat terdiri dari
pragment andesit dan basal, matriks dan semen tufa halus hingga pasiran.
5.
Batuan Gunung api.
Breksi gunung api umumnya
berkomponen kasar berupa basal dan sedikit andesit dengan ukuran fragment 15 - 60
cm, tersemen oleh tufa berbutir kasar hingga lapilli dan banyak mengandung
firoksin.
6.
Batuan
Gunung Api Terpropilitkan.
Batuan ini terdiri dari
breksi dan lava, menyebar pada bagian Selatan, yaitu Kecamatan Tanralili
Kabupaten Maros. Lava umumnya bersifat andesitik, sebagian trakit dan basal.
Bab III
3.1 Zat-Zat Kimia Berbahaya yang Berasal dari
Letusan Gunung Berapi dan Akibat yang di Timbulkannya
Zat-zat kimia yang merupakan bahan piroklastik dapat menyebabkan
efek berbahaya jauh setelah letusan berakhir. Hujan air lelehan dari salju di
puncak gunung berapi dapat bercampur dengan abu vulkanis dan menciptakan aliran
lumpur mematikan, yang disebut lahar.
Aliran lava, aktivitas piroklastik, emisi gas, dan
gempa vulkanis adalah bahaya primer, ia langsung berasosiasi dengan gerakan
magma dan produk eruptif gunung berapi. Efek lain bersifat sekunder dan
tersier, ia terjadi sebagai hasil sekunder dari letusan, dan dapat
berpengaruh jangka panjang.
1. Lafa
pijar yang bercampur air pada kawah gunning api membentuk lahar panas yang
dapat meluncur menuruni lereng menghancurkan apaapun tak terkecuali daerah
pemukiman.
2. Lava dingin berupa aliran batu, kerikil, dan pasir bertumpuk – tumpuk dipuncak gunung, pada saat tertentu akan meluncur menuruni daerah yang dilalui dan menghancurkan apapun yang ada
3. Apabila gunung berapi dibawah permukaan laut meletus, biasannya diikuti gelombang tsunami
4. Abu vulkanis yang membumbung tinggi keudara atau yang sering disebut wedos gembel dapat mengganggu jalur penerbangan.
2. Lava dingin berupa aliran batu, kerikil, dan pasir bertumpuk – tumpuk dipuncak gunung, pada saat tertentu akan meluncur menuruni daerah yang dilalui dan menghancurkan apapun yang ada
3. Apabila gunung berapi dibawah permukaan laut meletus, biasannya diikuti gelombang tsunami
4. Abu vulkanis yang membumbung tinggi keudara atau yang sering disebut wedos gembel dapat mengganggu jalur penerbangan.
Selain itu terdapat zat yang bernama Aerosol sulfat. Aerosol
sulfat menyebabkan reaksi
kimia yang kompleks,
mereka yang mengubah zat kimia klorin dan nitrogen di stratosfer. Efek ini,
bersamaan
dengan tingkat peningkatan klorin stratosfir dari polusi klorofluorokarbon,
menghasilkan klorin monoksida (ClO), yang menghancurkan ozon (O3). Bahaya aerosol lebih lanjut adalah mengubah keseimbangan
radiasi bumi. Kebanyakan hidrogen klorida (HCl) dan hidrogen fluorida (HF)
dilarutkan dalam tetesan air di awan letusan dan jatuh
ke tanah sebagai hujan asam.
3.2
Manfaat Gunung Berapi Ditinjau dari Ilmu Kimia
Berikut
ini adalah beberapa manfaat gunung berapi ditinjau dari ilmu kimia.
-
Magma yang telah membeku di permukaan bumi menyimpan
bermacam material logam atau bahan tambang, seperti emas dan perak
-
Gunung api mengeluarkan abu vulkanis yang dapat
menyuburkan tanah
-
Belerang
hasil erupsi gunung berapi mempunyai manfaat sebagai penyubur tanah
-
Kwarsa yang sangat dibutuhkan dalam industri
kaca/gelas
Bab IV
Kesimpulan
Gunung berapi
Aktivitas vulkanis dari gunung berapi dapat mengubah
topografi bumi, menghancurkan ekosistem, menyuburkan tanah, dan lain-lain. Bahan
piroklastik hasil erupsi dapat
menyebabkan efek berbahaya jauh setelah letusan berakhir. Hujan air lelehan
dari salju di puncak gunung berapi dapat bercampur dengan abu vulkanis dan
menciptakan aliran lumpur mematikan, yang disebut lahar. Tidak semua
dampak vulkanisme bersifat negatif, dan bukan kebetulan kalau banyak orang
hidup di sekitar gunung berapi yang aktif. Letusan gunung berapi berkala
memperbaiki kandungan mineral di tanah, memastikan kesuburan berkelanjutan.
Vulkanisme menyediakan energi panas bumi, dan berkaitan dengan pembentukan
beberapa tipe endapan mineral. Gunung berapi juga menyediakan beberapa
pemandangan paling mengagumkan di planet ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)





















